Banyak pelaku usaha yang mengira wajib halal Oktober 2026 hanya menyasar makanan dan minuman saja. Padahal kenyataannya cakupannya jauh lebih luas. Mulai 18 Oktober 2026, kewajiban sertifikat halal juga menjangkau kosmetik, obat bahan alam, produk kimiawi, sampai barang gunaan sehari-hari. Kalau usaha Anda tidak berjualan makanan, bukan berarti Anda otomatis aman.
Artikel ini merangkum tujuh kategori produk yang wajib bersertifikat halal berdasarkan ketentuan PP Nomor 42 Tahun 2024, lengkap dengan cara mengecek apakah produk Anda termasuk di dalamnya. Kalau Anda ingin memahami dulu siapa saja yang terdampak dan apa sanksinya, baca Wajib Halal Oktober 2026: Siapa Wajib Punya Sertifikat & Apa Sanksinya?. Kalau sudah yakin ingin langsung mendaftar, ikuti panduan cara daftar sertifikat halal gratis untuk UMKM.
7 Kategori Produk yang Wajib Bersertifikat Halal Mulai 18 Oktober 2026
Berdasarkan PP Nomor 42 Tahun 2024 Pasal 160 dan 161 terdapat beberapa penahapan kategori produk yang wajib bersertifikat halal mulai 18 Oktober 2026 sebagai berikut:
Produk makanan dan minuman Ini kategori yang paling banyak dikenal. Seperti makanan olahan, minuman, jajanan, katering, sampai produk kemasan. Usaha menengah dan besar sudah wajib sejak 2024, sedangkan usaha mikro dan kecil masuk tahap berikutnya pada Oktober 2026.
Hasil sembelihan dan jasa penyembelihan. Meliputi produk hewani hasil sembelihan serta usaha jasa penyembelihannya, misalnya rumah potong. Kewajiban di sini tidak hanya pada produk dagingnya, tetapi juga pada layanan penyembelihannya.
Kosmetik Produk perawatan kulit, rambut, dan sejenisnya. Ini penting bagi pemilik skincare atau kosmetik rumahan yang selama ini merasa "bukan makanan, jadi tidak perlu".
Produk kimiawi dan produk rekayasa genetik. Kategori teknis yang mencakup bahan kimia industri, pelapis, pembersih, hingga produk bioteknologi yang digunakan atau bersentuhan dengan proses produksi barang konsumsi.
Obat bahan alam, obat kuasi, dan suplemen kesehatan. Termasuk jamu, produk herbal, dan suplemen. Bagi pelaku usaha herbal rumahan, ini kategori yang wajib segera dicek.
Bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong untuk makanan dan minuman. Kewajiban tidak berhenti di produk jadi. Pemasok bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong untuk industri makanan dan minuman juga masuk dalam cakupan. Bagi produsen makanan, bahan bersertifikat halal akan mempermudah proses sertifikasi produk akhir.
Barang gunaan. Kategori luas yang mencakup sandang, peralatan rumah tangga, perlengkapan ibadah umat muslim, perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT), perlengkapan kantor, serta alat kesehatan.
Tabel Ringkas Kategori Produk Wajib Halal
No | Kategori | Contoh |
|---|---|---|
1 | Makanan dan minuman | Jajanan, katering, minuman kemasan. |
2 | Hasil sembelihan dan jasa penyembelihan | Produk hewani sembelihan, rumah potong. |
3 | Kosmetik | Produk perawatan kulit dan rambut. |
4 | Produk kimiawi dan rekayasa genetik | Gliserol/gliserin, asam sitrat (citric acid), enzim amilase, protease. |
5 | Obat bahan alam, obat kuasi, suplemen | Jamu, herbal, suplemen kesehatan. |
6 | Bahan baku, BTP, bahan penolong | Bahan untuk industri makanan dan minuman. |
7 | Barang gunaan | Sandang, peralatan rumah tangga, perlengkapan ibadah umat muslim. |
Hal-Hal yang Perlu Dipahami
Tenggat tidak sama untuk semua produk dan semua pelaku usaha. Sebagian kategori memang jatuh tempo pada 17 Oktober 2026 dan berlaku wajib mulai 18 Oktober 2026, tetapi PP No. 42 Tahun 2024 juga mengatur penahapan untuk produk lain yang berlangsung hingga 17 Oktober 2029 dan 2034. Karena itu, jangan berasumsi: cek kategori dan tenggat spesifik produk Anda.
Produk berbahan haram dikecualikan, tetapi ada syaratnya. Produk yang memang berasal dari bahan yang diharamkan tidak wajib bersertifikat halal, namun wajib diberi keterangan tidak halal.
Yang wajib bukan hanya produsen. Produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia wajib bersertifikat halal. Artinya pelaku usaha yang mengedarkan produk, termasuk produk impor, perlu memastikan status kehalalannya.
Usaha Anda Termasuk yang Mana?
Supaya lebih mudah dibayangkan, berikut beberapa contoh jenis usaha dan kategori yang kemungkinan besar menyangkut mereka:
Pemilik skincare atau kosmetik rumahan. Produk Anda bukan makanan, tetapi masuk kategori kosmetik. Ini salah satu kelompok yang paling sering baru sadar belakangan ini.
Penjual jamu atau produk herbal. Produk seperti ini berkaitan dengan kategori obat bahan alam dan suplemen kesehatan.
Produsen makanan yang membeli bahan dari pemasok. Selain produk jadinya, bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong yang Anda pakai juga ikut diperhatikan dalam proses sertifikasi.
Perlengkapan kantor, perlengkapan ibadah umat muslim atau peralatan rumah tangga. Barang-barang ini tergolong kategori barang gunaan yang penahapan kewajiban halalnya diatur secara khusus hingga 17 Oktober 2026.
Setiap produk punya detail masing-masing, jadi contoh di atas sebaiknya dijadikan titik awal pengecekan, bukan kesimpulan akhir.
Kesalahan Umum dalam Memahami Kategori Produk
Beberapa anggapan berikut sering membuat pelaku usaha terlambat bertindak:
"Produk saya bukan makanan, jadi tidak perlu." Ini anggapan paling umum. Seperti terlihat dari daftar di atas, kosmetik, obat bahan alam, hingga barang gunaan juga masuk cakupan.
"Yang penting produk jadinya, bahannya urusan pemasok." Bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong punya kategori tersendiri. Memilih bahan yang jelas kehalalannya sejak awal akan memudahkan sertifikasi produk akhir.
"Usaha saya masih kecil, pasti dikecualikan." Justru sebaliknya: tahap Oktober 2026 ini menyasar usaha mikro dan kecil, termasuk produk impor. Skala kecil bukan alasan untuk menunda.
"Semua tenggatnya sama." Seperti dijelaskan di atas, ada kategori yang berlaku mulai 18 Oktober 2026 dan ada yang penahapannya lebih panjang. Pastikan Anda mengecek tenggat untuk produk Anda sendiri.
Kesimpulan
Wajib halal Oktober 2026 bukan hanya urusan makanan dan minuman. Tujuh kategori produk, mulai dari kosmetik, obat bahan alam, bahan baku, hingga barang gunaan seperti alat tulis dan peralatan rumah tangga, ikut masuk cakupan. Langkah paling aman adalah mencocokkan produk Anda dengan daftar di atas, memastikan tenggat yang berlaku, lalu segera mengurus sertifikasi sebelum antrean menumpuk mendekati batas waktu.
Jurisku membantu Anda mengurus sertifikat halal dari awal sampai terbit, mulai dari memastikan produk Anda termasuk kategori wajib, menentukan jalur yang tepat, sampai mendampingi prosesnya di SIHALAL. Lihat layanan sertifikat halal kami.



